Karya Original: Meja – Pandora – Orisinal

Dalam sebuah soal pada mata kuliah Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, saya tantang mahasiswa untuk berimajinasi membuat suatu karya original,

Original atau orisinal? Orisinal! Kata orisinal terdapat di KBBI:
orisinal/ori·si·nal/ a asli; tulen

yang berbasis pengetahuan hormon etilen. Berikut adalah kutipan lengkap dari soal yang saya buat:

Jelaskan suatu rancangan produk atau teknologi karya original orisinal Anda yang berbasis pengetahuan hormon etilen yang bermanfaat dalam manajemen pre dan post harvest buah-buahan.

Beberapa mahasiswa tidak mampu menjawab pertanyaan ini, saya duga sempitnya waktu untuk berfikir (dibatasi waktu ujian) mengakibatkan otak mereka tidak mampu lagi berimajinasi. Benar, imajinasi butuh ketenangan dan ke-santai-an. Sementara itu, nama-nama berikut mampu menjawab dan membuat saya terpukau, Dwi Ajeng Budiarti, Latiful Akbar, Ayu Putri Nazli, Dian Tri Wahyudi, Nadilah Chalisya, dan Novan Dwi Putranto. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan nama dan gelar.

Continue reading

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Bogor

paspor

Kantor Imigrasi Bogor sekarang menerima layanan pembuatan paspor via WhatsApp (WA). Maksudnya adalah, sistem WA ini digunakan untuk menggantikan sistem antrian manual. Beberapa keunggulannya adalah

  1. kita bisa bebas tentukan kapan hari dan jam kedatangan kita
  2. tidak perlu antri menunggu antrian yang kadang sangat lama
  3. jadwal kedatangan kita pasti, artinya kita bisa merencanakan sehari atau beberapa jam untuk mengurus pembuatan paspor dan beberapa menit saja untuk pengambilan paspor

Berikut langkah-langkahnya Continue reading

Hajar Keong Mas dengan Bakteri

Rina Pangastuti, mahasiswa Departemen Biologi, berhasil melakukan penelitian tentang mengontrol keong mas, hama padi, dengan menggunakan bakteri. Hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) keong mas (Pomacea canaliculata) sendiri dikenal sebagai hama utama yang merusak tanaman padi selain tikus, penggerek batang, atau tungro. Keong mas ini bersifat herbivor pemakan segala dan sangat rakus memakan terutama bagian tanaman padi yang masih muda dan lunak.

Keong Emas (dongeng)

Keong Mas (dongeng) – sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Keong_Mas

Telah banyak cara yang digunakan untuk melakukan pengendalian keong mas. Namun, Rina melakukan pendekatan yang sangat ekstrim. Bagaimana jika keong mas dihadapkan dengan bakteri, khususnya, bakteri metanotrof atau bakteri yang ‘memakan’ gas metan dari lahan sawah. Bisakah bakteri ini ‘memakan’ keong mas? Is it even possible?

Continue reading

Review Kelas Fisiologi Tumbuhan Dasar

Semester Genap lalu (2016/2017), saya dipercaya lagi oleh Divisi Fisiologi dan Genetika Tumbuhan untuk mengajar mata kuliah Fisiologi Tumbuhan Dasar. Kali ini saya bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi super dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB.

Setelah periode perkuliahan selesai, saya minta mereka untuk mengisi form kuisioner online. Dan, berikut adalah hasilnya:

Keterangan:

Rating: 1 = rarely  2 = once in a while  3 = sometimes  4 = most of the time  5 = almost always

review 1 Continue reading

Discovering the Living World

Kemarin, saya menemukan poster yang bagus, yang tersisipkan di salah satu buku lama terbitan luar negeri. Buku yang berjudul (Teacher Guide) Great Development in Biology (ISBN 0028266528) ini ditemukan secara tidak sengaja di lemari koleksi buku Departemen Biologi. Buku terbitan McGraw-Hill ini menyisipkan poster berjudul Discovering the Living World.

discovering the living world

Menariknya, dalam poster (yang sepertinya dibuat pada tahun 1995 – sesuai tahun terbit buku) tersebut, nama Indonesia disebut dalam menggambarkan penemuan yang ‘wah’ terkait bidang Biologi. Adalah Wallace, pembangun teori evolusi yang mirip dengan teori Darwing, diceritakan mengunjungi Borneo dan Celebes yang merupakan bagian dari kepulauan Indonesia pada 1850an. Setelah sebelumnya, digambarkan bahwa Darwin mengeksplorasi Galapagos pada 1831-1836 lengkap dengan gambar beberapa perbedaan Galapagis finch.

Babak ini menggambarkan bahwa manusia mulai berfikir secara ilmiah setelah sebelumnya dalam poster dijelaskan tentang dugaan bentuk rupa bumi dan monster laut yang digambarkan suka menyerang perahu manusia. Kalimat sebelum kalimat ini adalah contoh kalimat yang tidak baik. Kalimat tersebut berhasil menggambarkan sesuatu dengan cara yang berliku-liku. Ok? Selanjutnya, di dalam poster tersebut dijelaskan tentang penemuan eel pada kedalaman 6000 m di bawah laut, teori continental drift, ikan laut dalam, foto satelit bumi, dan eksplorasi laut dalam dengan perangkat the ALVIN pada 1977.

Continue reading

At Least, A Start is Needed

Dear Diary,

Oh, this is a blog, buka suatu diary seperti dahulu. Sudah sekian lama blog ini saya tinggalkan. Bukan karena malas, tapi karena tidak bisa log in (lewat jalur biasa).

Sekarang sudah bisa log in. Apa yang akan saya tulis. Ya, saya tulis post ini saja. Welcome back, to myself.

Tips Memperoleh Jurnal Ilmiah

Banyak mahasiswa yang kebingungan jika diminta membuat artikel berdasarkan suatu jurnal ilmiah. Cara yang paling mudah untuk memperoleh jurnal ilmiah adalah dengan mengunjungi perpustakaan. Mudah, murah, dan susah dalam memperoleh artikel sesuai yang diinginkan. Susah terjadi saat jurnal yang diinginkan tidak ada. Susah juga ditemukan saat mencari di Google di mana jurnal yang diinginkan ternyata jurnal berbayar. Saat ini, masih banyak yang mengandalkan fasilitas Google, sedikit pula yang melihat Google Scholar.  Putus asa? Cobalah mengetikkan keyword di Google dengan format berikut ini Continue reading

Rangkuman Hasil Penelitian IPB tentang Analisis Ekowisata TN Meru Betiri dan TN Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi

Ekowisata didefinisikan sebagai salah satu bentuk kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan yang mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.Taman Nasional (TN) Meru betiri dan TN Alas Purwomerupakan dua buah kawasan ekowisata yang terdapat di kabupaten Banyuwangi. Masing-masing kawasan tersebut memiliki karakter yang unik yang berbeda dari kawasan wisata yang lain di Indonesia. Kedua kawasan tersebut memiliki kesamaan dalam hal keberadaannya sebagai salah satu kawasan ekowisata yang menjadi bahan kajian yang menarik di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Taman nasional merupakan kawasan konservasi baik daratan maupun perairan yang memiliki ciri khas tertentu, dan mempunyai berbagai macam fungsi. Fungsi tersebut antara lain perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari jenis tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.Taman nasional ini dikelola dengan sistem zona dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, kebudayaan dan pariwisata/rekreasi alam.

Sistem zona merupakan penataan kawasan taman nasional berdasarkan fungsi dan peruntukannya sesuai kondisi, potensi dan perkembangan yang ada. Secara umum pembagian zona pada setiap taman nasional mencakup zona inti, zona rimba/bahari, zona pemanfaatan dan atau zona-zona lain yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan pelestarian keanekaragaman hayati. Zona inti merupakan kawasan utama sebuah taman nasional yang tidak diperkenankan adanya perubahan apapun dari kegiatan manusia kecuali untuk kegiatan penelitian, pemantauan, perlindungan, dan pemanfaatan. Zona rimba (daratan) atau zona bahari (perairan laut) merupakan kawasan yang berfungsi sebagai penyangga zona inti dengan kegiatan yang boleh dilakukan adalah kegiatan yang sama dengan zona inti dengan penambahan kegiatan rekreasi terbatas. Zona selanjutnya adalah zona pemanfaatan untuk kawasan penampungan pengunjung dan pengelolaan.Di sini dapat dibangun sarana akomodasi pengunjung dan sarana pengelolaan taman nasional.

TN Meru Betiri (TNMB) dan Alas Purwo (TNAP) adalah dua jenis taman nasional yang berada di kabupaten Banyuwangi. Secara geografis, TNMB yang ditetapkan menjadi taman nasional pada tahun 1997 ini memiliki cakupan wilayah di kabupaten Jember dan Banyuwangi.Sedangkan TNAP terletak seluruhnya di kabupaten Banyuwangi, yaitu, di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo. Continue reading

Bau Badan Orang Swiss

Apakah Anda pernah berfikir bahwa setiap orang memiliki bau badan yang khas? Jika iya, semoga tulisan berikut dapat sedikit membantu menjawab rasa penasaran Anda.

Sebanyak 24 laki-laki dan 25 wanita diambil keringat ketiak mereka sebagai sampel dalam sebuah penelitian mengenai bau badan di Swiss. Sampel keringat itu diambil setelah mereka melakukan aktivitas bersauna atau mengendarai sepeda selama 15 menit.

Hasil dari penelitian tersebut adalah ketiak para wanita berbau seperti bawang atau buah anggur dan para laki-laki seperti keju. Keringat para wanita mengandung belerang tak berbau yang cukup tinggi (5 mg/ml keringat) jika dibandingkan dengan para laki-laki (0.5 mg/ml keringat). Ketika sampel keringat wanita ini dicampurkan dengan bakteri yang umum ditemukan di ketiak, akan terbentuk thiol yang berbau bawang. Sementara itu, komponen asam lemak yang terdapat pula dalam keringat para laki-laki menjadikannya berbau keju jika dicampurkan dengan bakteri ketiak.

Namun, hasil ini bisa jadi berlaku hanya untuk warga Swiss, bukan keseluruhan manusia. Hal ini dikarenakan pasti ada perbedaan konsumsi makanan dan genetik tubuh. Walaupun demikian, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pembuatan deodorant yang entah berprinsip menetralkan komponen pembentuk bau dari keringat atau memblok kerja enzim pembentuk bau punya bakteri ketiak. So, berbau apa keringatmu? keju? cokelat? atau bau tempe?

Sumber: DOI: 10.1093/chemse/bjn076

DNA Testing Startup 23andMe Hits A Snag As FDA Shuts Down Sales Of Home Testing Kit

« Older posts

© 2018 bios-logos

Theme by Anders NorenUp ↑