Artikel ini bukan sebagai acuan pustaka!

 

Hal pertama yang perlu diketahui adalah kita harus mengetahui perbedaan antara sel eukariot dan prokariot serta perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan. Yang paling berkaitan dengan percobaan ini adalah kita bekerja dengan sel tumbuhan yang mempunyai bentuk tetap karena adanya dinding sel. Namun, kekuatan dinding sel ditunjang oleh ‘isi’ dari membrane sel. Semakin penuh isi dari sel tumbuhan, berarti semakin ‘padat’ sel tumbuhan tersebut. Padatnya isi sel (biasanya dipengaruhi air) akan menekan dinding sel dan hal inilah yang disebut tekanan turgor.
Dinding sel dan membrane sel dapat rusak oleh berbagai hal. Dalam percobaan dengan ‘mengeluarkan’ sel tumbuhan yang direndam dalam berbagai zat kimia akan memberikan pengaruh yang berbeda. Selain itu, dinding sel akan rusak karena perlakuan fisik. Di dalam percobaan dilihat bagaimana berbagai zat kimia mempengaruhi ‘rusaknya’ sel. Derajat ‘kerusakan’nya dilihat dari sedikit banyaknya pigmen bit gula yang keluar. Selain perlakuan kimia, perlakuan panas dan dingin juga mempengaruhi ‘rusak’nya sel.
Rusaknya sel diketahui dengan banyak sedikitnya pigmen yang keluar. Jika dilihat dengan mata telanjang, pigmen tersebut akan memberikan kepekatan warna yang berbeda. Dengan spektrofotometer, kita dapat mengetahui ‘lebih pekat’ mana perlakuan yang kita lihat ‘sama pekat’ dengan mata telanjang.

Useful Link: You’ll see soon

Lihat Juga: Tips Menulis, Petunjuk Penulisan Laporan, dan Tips Praktikum.

Masih merasa pusing belajar Fistum? temukan jawabannya di sini