Geli saya melihat orang memakai sarung yg kadang tidak rapih. Menjemblung di sana sini. Miring atau tinggi sebelah. Lha, emang bisa? Hehe. Saya punya cara menggunakan sarung yg sudah saya praktikkan sejak kelas 1 SMP. Berikut adalah salah satu cara menggunakan sarung ajaran kawan saya Asep Saeful Anam.

image

image

image

image

 

(1) Lipat sarung bagian atas (keluar) jika kepanjangan. Pastikan jahitan sarung pas di pusar.
(2) Bentangkan ujung kiri dan kanan sarung dg masing2 tangan, sambil menarik mengepaskan jahitan sarung di pusar.
(3) Masukkan tangan kanan (sambil tetap memegang sarung ujung kanan) ke pinggang kiri mentok ke ujung
(4) Lipatkan ujung lainnya ke pinggang sambil tetap menjaga ‘kekencangan’ sarung
(5) Lipat sarung ke bawah sesuai selera

Sekedar tambahan, dengan gaya berpakaian sarung seperti di atas, sarung Anda akan rapi, jahitan sarung tidak terlihat, dan bagian belakang sarung (yg ada merknya) berada dalam posisi sebenarnya. Jika Anda merasa merk sarung dapat mengganggu jamaan sholat di belakangnya, silahkan balik sarung Anda sehingga bagian merk di atas dan terlipat.

Semoga bermanfaat…

Sstt, kalau ada pertanyaan sila komen di sini, atau via @mafright