Ada makhluk Tuhan yang bernama manusia. Ada yang disebut laki-laki, ada yang disebut perempuan. Masing-masing memiliki ciri yang membedakan keduanya. Dalam tataran sains, makhluk hidup manusia itu disebut sebagai spesies Homo sapiens. Istilah spesies biasanya diacu untuk menyebut kelompok makhluk hidup yang jika kawin akan menghasilkan keturunan yang akan sintas dan menghasilkan keturunan berikutnya.

Lalu kemudian ada kelompok manusia yang menyatakan dirinya “homo” saja tanpa sapiens. Ada pula manusia yang bangga disebut kaum lesbian. Kedua jenis “Sub spesies” manusia ini, lucunya, tidak akan menghasilkan keturunan. Apalagi keturunan yang dapat sintas dan menghasilkan keturunan berikutnya. Lalu, apakah mereka dapat disebut satu spesies dengan manusia?

Di beberapa daerah di pulau Jawa, terdapat haiwan yang disebut-sebut sebagai peranakan antara bebek dan entok. Lucunya, hasil perkawinan antar spesies ini mampu sintas dan sukses mengheran-herankan pemiliknya. Mungkin ia akan berfikir, “Bapak bayi ini siapa yah? kok beda dengan ibunya?”.

Ada yang menyatakan bahwa semua mamalia melahirkan anak. Sementara, seorang mama di daerah Jawa juga pernah melahirkan anak yang dinamainya Lia. Tapi, bukan mama ini yang akan dibahas. Lucunya lagi, kalimat tersebut dituliskan penulis hanya untuk jeda agar pembaca tidak terlalu serius. Lucunya, sekarang yang membaca tulisan ini sedang tersenyum, entah simpul -simpul mati, simpul jangkar, atau simpul tali-temali lain. Zaman keemasan pramuka dulu, setiap siswa di sekolah dasar harus menguasai tali temali yang salah satunya berguna untuk memasang antena televisi di rumah. Jadi, semua mamalia melahirkan anak. Kecuali haiwan yang berparuh bebek yang ternyata mamalia yang bertelur. Lalu, apakah ia layak menyandang nama besar mamalia?

Tuhan Maha Mempermainkan, bermain dengan logika yang mana logika tersebut ternyata manusia masih perlu melogikakannya lagi. Sampai pada akhirnya Tak Ada Logika-nya Agnes Monica melejit di pasaran. Eh, sampai pada akhirnya masih ada hal-hal yang di dalam sebuah kotak yang mana logika berada di luar kotak tersebut. Tuhan Maha Mempermainkan, Tuhan Maha Sa’karepe Dewek yang telah membuat media massa menginspirasi saya dalam membuat judul tulisan yang tidak selalu berhubungan dengan tulisan. Oh, Tuhan yang Besar!