Tubuh manusia sebaiknya dilatih setiap hari untuk membentuk raga yang sehat disertai dengan konsumsi pangan yang baik. Dalam sebuah novel karya Dan Brown, diceritakan bahwa pembangunan ‘candi‘ diperlukan sebagai gerbang menemui Tuhan atau menuju kesempurnaan. Candi yang dimaksud di sini adalah tubuh manusia.

Anatomi tubuh manusia sebenarnya memungkinkan untuk melakukan semua pekerjaan yang saat ini digantikan oleh alat bantu. Bayangkan saja terdapat bangunan-bangunan besar dari batu peninggalan masa lalu yang sudah pasti dibangun oleh makhluk berintelejensi tinggi dan berkekuatan. Atau mungkin dibantu alien. Bisa jadi? Ya! Tidaak! Bisa jadi!

Konon, saat ini tubuh manusia semakin menyusut akibat berkurangnya aktivitas fisik. Terlepas dari kontroversi gambaran manusia purba di buku sejarah, diyakini bahwa tubuh manusia zaman dulu jauh lebih kekar dibandingkan manusia zaman sekarang. Bahkan, baru-baru ini ada ilmuan yang memprediksi di masa depan bagian kepala manusia akan lebih besar, sedangkan bagian tubuh lain akan menyusut. Selain itu, dalam gambaran dunia animasi, jika aktivitas manusia telah sangat dibantu mesin, tubuh manusia akan mengalami obesitas. Artinya, ada perkembangan jaringan adiposa yang signifikan. Yang pasti, diprediksi tubuh manusia akan berubah dalam beberapa milenial ke depan. Dengan catatan tidak terjadi kiamat, zombie apocalip, perang nuklir, atau pembentukan kembali Pangaea (hanya orang-orang yang smart yang mengetahui kalimat ini).

Pembetukan ‘candi‘ seperti yang disebut Dan Brown mengacu pad pembentukan tubuh manusia lewat aktivitas fisik yang mampu meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan fungsi tubuh manusia secara optimal. Hal ini bukan berarti membentuk tubuh bak binaragawan, yang mana -konon- jika tidak mengkonsumsi steroid badan akan kembali kempes. Dijelaskan pembentukan ʹcandiʹ ini akan membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan. Kenapa? Dengan kemampuan fisik yang terlatih, ia dapat menjadi lebih bersyukur karena mampu melakukan berbagai akivitas fisik.

Teringat, Nabipun diriwaytkan memiliki badan yang bagus. Teringat lagi, kalau mau melihat seorang muslim memiliki badan bagus atau tidak, lihatlah posisi punggungnya kala melakukan tahiyat akhir. Jika tegak berarti bagus. Jika miring, sudah pasti ada timbunan lemak di perutnya. Dijamin, tidak ada orang berlemak di perut yang memiliki punggung tegak kala tahiyat akhir. Coba saja, jika masih miring, rabalah bagian perut. Maka ada ‘ganjelan‘ di situ.

Bagaimana melatih ‘candi‘ kita? Olahraga saja, sholat juga! Yang konon juga gerakan sholat mirip dengan yoga. Entahlah. Katanya yoga bagus untuk kesehatan. Atau, yoga yang mirip sholat? Atau si Yoga, tetangga kita, sekarang sedang beli beras tuh. Lihatlah.