Belajar dari yang Tak Terlihat (Part 1)

Mikroorganisme dikenal sebagai salah satu organisme yang ‘ditemukan’ manusia baru-baru ini, jika dikaitkan dengan sejarah panjang manusia yang tercatat. Jenis-jenis mikroorganisme adalah berbagai organisme sel tunggal seperti bakteri, protozoa, mikro alga, sampai berbagai jenis cendawan. Penggunaannya yang paling dikenal adalah peran mikroorganisme dalam pengolahan makanan dan minuman. Ada wine dan keju di luar negeri, serta tape di Indonesia. Berikut adalah pelajaran yang dapat diambil oleh manusia Indonesia jika mempelajari mikroorganisme.

Biofilm Slime

Biofilm merupakan lapisan di suatu permukaan berisi molekul gula, DNA, protein, yang dibangun oleh mikroorganisme, yaitu, berbagai jenis bakteri, alga, atau protozoa. Di dalam lapisan tersebut, siapapun akan bekerja sama membangun “satu hunian” yang nyaman untuk makan dan berreproduksi mereka. Coba ke kamar mandi, jika ada semacam lendir di dinding keramik atau lantai, biasanya, itulah biofilm. Walau begitu, tidak semua lendir adalah biofilm.

biofilm 1

Tenggang rasa dan bekerja sama! Itulah kunci kesuksesan hunian berupa biofilm. Tentunya di luar kesempatan adanya manusia yang membersihkan biofilm itu. Kebutuhan masing-masing organisme tersebut berbeda, namun mereka dapat hidup bersama tanpa saling membunuh satu sama lain. Manusia yang konon punya otak dengan segala keinginan (bukan hanya kebutuhan) yang berbeda dan banyak, seharusnya malu pada lendir di kamar mandi. Apalagi jika dalam memenuhi kebutuhannya, sampai membunuh sesama secara langsung atau pelan-pelan, aka, korupsi vrooh.

Cendawan Mikoriza dan Tumbuhan

Cendawan mikoriza hampir pasti ada di perakaran tanaman kehutanan. Mereka bekerja sama dengan tumbuhan dengan membantu mencarikan nutrisi dan air dari tanah. Sebagai gantinya, tumbuhan memberikan makanan hasil fotosintesis mereka.

mikoriza 1

Keduanya tidak memiliki otak, mata, social media, ataupun handphone untuk berkenalan. Namun, mereka hanya berkenalan dengan senyawa kimia yang berlanjut dalam hubungan yang saling menguntungkan. Manusia punya otak, mata, social media, dan atau handphone. Jadi, mudah dong berkenalan yang berlanjut dengan tolong menolong.

Antigen dan Antibodi

Antigen dan antibodi terdapat di dalam tubuh manusia. Antigen diartikan sebagai segala benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Benda asing itu bisa virus, bakteri, atau molekul kimia. Antibodi bertugas mengenali mereka untuk dilakukan penanganan selanjutnya. Antibodi bersifat spesifik, hanya akan mengenali antigen sesuai dengan jobnya, bakterikah? Viruskah? Jenis bakteri apakah? Dan lain sebagainya.

antigen antibody 1

Spesifik atau tepat sasaran! Itulah yang wajib diperhatikan para pemimpin dalam mengelola anak buahnya. Jangan sampai anak buah yang pendiam, berkacamata tebal, dan senang bekerja di depan laptop, geek istilahnya, diminta menjadi ketua  event perusahaan nasional atau menjadi motivator dalam kegiatan training. Jangan sampai pula pemimpin Negara mendelegasikan amanah lembaga Negara pada orang yang tidak tepat.

Cendawan antagonis dalam cawan Petri

Pernah dengan jenis kucing menandari wilayahnya dengan mengencingi batas wilaya mereka? Sehingga jenis kucing lain tidak berani mengusik wilayah tersebut? Hal yang sama terjadi di sebuah cawan berbentuk lingkaran, Petri. Ketika dua cendawan yang berlawanan sifat bertemu, pertumbuhan mereka akan terhenti. Ketika keduanya sama kuat, mereka tidak akan menggunakan cara curang untuk menghancurkan lawannya. Hanya berhenti tumbuh dan keduanya akan mati!

cendawan antagonis 2

Fair! Tidak ada istilah curang dalam kehidupan mikroorganisme. Mereka memang tidak punya otak yang mampu berfikir bagaimana cara menghancurkan lawan dengan kemampuan yang sama ini. Di saat yang sama, beberapa makhluk yang punya otak akan menyewa dukun, preman, dan sejenisnya jika menghadapi situasi yang sama.

Menghadapi serangan asing

Dalam sebuah populasi bakteri, bakteri-bakteri yang berada di posisi paling luar – populasi manusia di dalam wall paling luar kalau kata Attack on Titan mah – akan mengalami serangan dari kelompok bakteri yang lain. Mereka tidak akan lari, mereka akan mencoba bertahan atau balas menyerang. Tentunya dengan berbagai macam senjata kimia mereka. Jika mereka mati, gugur di medan laga, hancuran tubuh mereka akan segera dimanfaatkan bakteri lain untuk mendukung proses pertumbuhan sehingga populasi dapat bertahan.

serang1

Zero waste dan Patriotik! Perusahaan yang baik mampu mengelola limbah mereka menjadi sesuatu yang berguna atau setidaknya aman bagi lingkungan. Susah? Ada computer super canggih yang diberikan Tuhan di kepala manusia untuk mengatasi kesusahan tersebut. Wajib militer? Jikapun belum ada setidaknya ketika kita senang hadir di pagelaran seni budaya Indonesia, itulah wajib militer kita.

Eating habit

Mikroorganisme memakan molekul organic yang berasal dari material makhluk hidup yang sesuai di sekitar mereka hanya untuk dua hal: pertumbuhan primer dan sekunder. Primer di sini diartikan sebagai pertumbuhan, sampai perbanyakan diri alias reproduksi. Sekunder di sini diartikan sebagai persiapan untuk menghadapi hal-hal tak terduga: pertahanan diri atau menghadapi situasi paceklik.

eating 1 1

Indeks Korupsi Indonesia masih tinggi, artinya, silahkan terjemahkan sendiri dan mengaitkannya dengan kebiasaan makan mikroorganisme. Malu atuh sama lendir di kamar mandi.

Eating habit II 

eating 2 1

Beberapa bakteri yang hidup di tempat sampah menghadapi dilema baru. Mereka bertemu plastik yang tidak pernah neneknya neneknya neneknya neneknya (30ribu X) mereka jumpai. Kalau sebangsa makanan basi, dedauanan, atau bangkai binatang mereka sudah mengenal karena merupakan bahan organik. Mereka bisa dengan mudah mencernanya. Nah, Apa yang mereka lakukan ketika bertemu plastik? Mereka tidak lari, berkeluh kesah di social media, atau putus asa lalu bunuh diri, mereka beradaptasi mengembangkan dirinya agar mampu mencerna plastik. Adaptasi! Bukan Lari!

Ada di semua lingkungan

di mana-mana 1

Di mana kita bisa temukan mikroorganisme? Di sini: dasar laut, palung terdalam, gunung berapi bawah laut, di sekitar perkarangan laut, di sekitar perbakauan, –skip—sampai di kawah gunung berapi yang panas. Mereka ada di mana-mana dan buanyyyaaakkk. Ups, di tubuh kita juga. Mereka punya spesifikasi khusus agar bisa hidup di tempat-tempat tersebut. Jika kita berkaca pada mikroorganisme, tentunya program transmigarasi akan sukses, pembangunan merata, dan tidak ada propinsi atau daerah yang ingin berpisah dari RI. Tentunya, sumber daya manusia Indonesia menjadi maju di seluruh daerah. Indonesia Kaya!

Berlanjut ke Part 2

1 Comment

  1. Wah, blog kak Mafri keren euy..

Leave a Reply

© 2017 bios-logos

Theme by Anders NorenUp ↑