Semester Genap lalu (2016/2017), saya dipercaya lagi oleh Divisi Fisiologi dan Genetika Tumbuhan untuk mengajar mata kuliah Fisiologi Tumbuhan Dasar. Kali ini saya bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi super dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB.

Setelah periode perkuliahan selesai, saya minta mereka untuk mengisi form kuisioner online. Dan, berikut adalah hasilnya:

Keterangan:

Rating: 1 = rarely  2 = once in a while  3 = sometimes  4 = most of the time  5 = almost always

review 1

review 2 review 3

Dari grafik penilaian di atas, saya bisa melihat bahwa banyak mahasiswa mengambil rating 4 (most of the time) pada 8 point penilaian. Saya duga mahasiswa terlalu takut mengatakan ‘sometimes’ (3)  agar tidak menyakiti perasaan dosennya. Atau memang saya benar-benar dianggap baik bagi mereka. Hal ini selanjutnya saya cek dan ricek pada bagian pertanyaan:

What is one thing that your teacher does well? dan What is one thing that you can suggest to help this teacher improve?

Pertanyaan pertama pasti berisi pujian. Saya akan fokus ke pertanyaan kedua: Apa yang perlu saya tingkatkan?

  • lebih kreatif: video dan gambar
  • tugas yang lebih menantang

Belajar Fisiologi Tumbuhan Dasar dan ilmu Biologi pada umumnya akan membutuhkan banyak ilustrasi. Kemampuan mahasiswa memahami suatu ilustrasi akan memudahkan mereka memahami materi. Saya setuju dengan masukan mereka tentang penampilan lebih banyak video dan gambar. Tugas yang lebih menantang? Yes! No more questions.

Selanjutnya, saya dapat poin sempurna (5, almost always) pada kesiapan mengajar, time management, aktivitas kreatif kelas, dan cara bicara.

Ada cerita mengenai kesiapan mengajar.  Ada sebuah artikel yang menarik tentang persiapan mengajar suatu guru bahwa sebanyak 70% guru melakukan SKS (sistem kebut semalam) dalam mempersiapkan materi pengajaran esoknya. Lanjutnya, guru disebut sebagai profesi paling hard working kedua setelah para manajer produksi dan direktur perusahaan tambang/energi. Bagaimana dengan dosen? Jika guru ‘hanya’ mengajar, dosen wajib mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ask yourself (again) if you are interested to be a lecturer.

Time management terkait dengan jadwal yang super bikin ngantuk: 15.00 – 16.40. Saya akui hal ini membutuhkan perhatian, vitalitas trik, dan antisipasi waktu yang luar bisa untuk mengakomodir hal berikut: mahasiswa mengantuk, mahasiswa keluar masuk, mahasiswa tidak fokus, materi yang melimpah, dan materi yang membutuhkan penjelasan lebih. Belum lagi jika saya sendirilah yang mengantuk atau tidak fokus. Terkait time management tersebut, dua orang mahasiswa menulis komentar tentang jadwal sholat. Berikut salah satunya:

“Maunya masuk jam 15.30…krn beliau tdk mengizinkan u/ keluar kelas selama kbm berlangsung…*walau ad yg keluar. Tapi saya mencoba menaati perintah beliau dgn tdk keluar kelas saat kbm berlangsung…tapi…hati tdk tenang*gelisah krn shalatnya jadi jam 5 kurang. Dan dalam membuat perumpamaan atau study kasus, saya sulit mengerti. Krn memang rumit dan harus berimajinasi, sy tdk suka itu”

I think, in the first meeting, I gave you an announcement that your chances to take a pray is after 15.30 PM. Some of you took the chance. In addition, sure, my pray was in the late time. It’s bad, sure. 

Life is the matter of meeting a chance and build imagination base on the chance.

Apa komentar lainnya? “The teacher is very creative, especially when it comes to the presentation. It would be very nice to consider that the lecturer knows about the perspective student of view. The teachering season is very fun and keep smiling. Punctuality is a good virtue too for the students“, “Banyakin senyum pak” dan “Mungkin bisa lebih menarik lagi dalam berpenampilan hehe”. OMG, I should change my hair style now.

Terima kasih mahasiswa-mahasiswa super Departemen Agronomi dan Hortikultura. My 50 cents, jangan bertemu dengan saya kembali di kelas Fisiologi Tumbuhan Dasar. Dan, saya harap kalian sekarang bangun dan sadar sudah tingkat berapa sekarang dan apa yang sudah kalian lakukan.