Rina Pangastuti, mahasiswa Departemen Biologi, berhasil melakukan penelitian tentang mengontrol keong mas, hama padi, dengan menggunakan bakteri. Hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) keong mas (Pomacea canaliculata) sendiri dikenal sebagai hama utama yang merusak tanaman padi selain tikus, penggerek batang, atau tungro. Keong mas ini bersifat herbivor pemakan segala dan sangat rakus memakan terutama bagian tanaman padi yang masih muda dan lunak.

Keong Emas (dongeng)

Keong Mas (dongeng) – sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Keong_Mas

Telah banyak cara yang digunakan untuk melakukan pengendalian keong mas. Namun, Rina melakukan pendekatan yang sangat ekstrim. Bagaimana jika keong mas dihadapkan dengan bakteri, khususnya, bakteri metanotrof atau bakteri yang ‘memakan’ gas metan dari lahan sawah. Bisakah bakteri ini ‘memakan’ keong mas? Is it even possible?

Ide ini muncul berawal dari sebuah penelitian Dr. Ir. Iman Rusmana M.Si. di beberapa petak sawah di daerah Sukabumi. Dalam penelitian tersebut, sawah yang diberi bakteri metanotrof anehnya tidak mengalami serangan keong mas.

Rina kemudian mencoba ‘mempertemukan’ bakteri metanotrof dengan keong mas dan tanaman padi di dalam percobaan rumah kaca. Hasil penelitian Rina menyebutkan bahwa serangan keong mas tidak terjadi pada padi yang diberikan bakteri metanotrof dengan kode isolat SKM 14.

Mekanisme pasti bagaimana bakteri metanotrof bisa membuat keong mas menjauh masih belum diketahui. Perlu suatu penelitian lanjutan apakah ada zat volatil (mudah menguap) yang membuat keong mas tidak suka atau ada hal lain yang membuat keong mas ogah mendekat.

Menakjubkan! Organisme prokariot bisa mengendalikan organisme eukariot. Ini seperti pertarungan antara David dan Goliath! Ternyata masih banyak misteri di dunia ini ya?!

(bacaan)

Ilustrasi: Dewi Candra Kirana yang berubah jadi keong mas akibat ulah saudaranya.