Category: Break

Yamato-Menelusur Japan Ancient Capital (Planning)

Yamato

Yamato-Menelusur Japan Ancient Capital (Planning)

Yamato: Menelusur Japan Ancient Capital (Planning). Jepang, setahun yang lalu, mencari Yamato. Februari 2018, musim salju, kala Yuki-onna (雪女, snow woman, disebut Oshiroi baa-san di Nara) mungkin masih berkeliaran mencari anak-anak. Saat itu, saya tinggal di NAIST (Nara Institute of Science and Technology) di daerah Ikoma, Provinsi Nara untuk kegiatan laboratory internship. Tidak ada kegiatan lab di saat akhir pekan. Maka, setelah mengunjungi kota Kyoto dan sekitarnya, saya kemudian berencana untuk melakukan suatu perjalanan spiritual yang bukan haji atau sholat: Menelusur Japan Ancient Capital; sendirian. Sendirian.

Sendirian adalah kata kuncinya. Kawan dari IPB lain yang sedang berkegiatan di NAIST punya kesibukan masing-masing. Sendiri adalah masalah logistik perjalanan, a i u e o, perbahasaan dan kemungkinan nyasar.

Sebetulnya, akar masalah dari kesendirian itu adalah saat saya menemukan booklet bahasa Inggris dengan judul Yamato: Unknown Origin di suatu hotel di kota Kyoto. Versi elektroniknya bisa ditelusur di sini.

Apa yang harus dipersiapkan?

  1. peta
  2. air
  3. cemilan atau roti
  4. keberanian

Continue reading

At Least, A Start is Needed

Dear Diary,

Oh, this is a blog, buka suatu diary seperti dahulu. Sudah sekian lama blog ini saya tinggalkan. Bukan karena malas, tapi karena tidak bisa log in (lewat jalur biasa).

Sekarang sudah bisa log in. Apa yang akan saya tulis. Ya, saya tulis post ini saja. Welcome back, to myself.

DNA Testing Startup 23andMe Hits A Snag As FDA Shuts Down Sales Of Home Testing Kit

Belajar dari Semut

http://www.smh.com.au/national/ants-have-the-answer-to-human-traffic-20130622-2op9v.html

Majid Sarvi dari Monash University di Melbourne Australia membuat suatu penelitian yang menarik. Ia melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana penempatan jalur evakuasi secara efisien. Ia menggunakan semut sebagai pengganti manusia dan zat-zat kimia pengusir semut. Semut ditempatkan dalam berbagai struktur dengan “jalur keluar” yang berbeda-beda. Zat-zat pengusir semu ini dianalogikan sebagai sesuatu yang berbahaya bagi semut. Continue reading

Hikayat Seekor Ikan Bernama Simus

“Hai, apa kabar? Aku Nrimo, kamu siapa?”

“Biiip” Goyang-goyang sirip.

“Halo, ada orang di sana? Aku Nrimo. Kamu siapa?” Tanya Nrimo dengan antusias. Ikan yang ditanya masih diam seribu bahasa. Ia melanjutkan jalan-jalannya.

“Haloo” Lanjut Nrimo sambil mengibaskan cepat sirip ekornya ke atas ke bawah mengejar teman barunya.

“Haiii…” Nrimo menyapa dengan nada sedikit tidak sabar. Ikan itu berlalu. Nrimo berhenti. Ia didekati Fatriq, seekor bintang laut. “Ia pendiam, antisosial, dan sepertinya tubuhnya terlihat keras” Ucap Fatriq.

Nrimo terdiam. “Sepertinya begitu, dia sok jual mahal” Nrimo masih memperhatikan ikan baru itu berlenggak-lenggok. Terlihat kadang dia menabrak kaca, lalu membalikkan badannya kea rah lain. “Kamu ngapain Fatriq?”

“Update status Fishbook” kata Fatriq. “Bertemu warga baru yang menyebalkan” Lanjutnya. Iapun mengetik kalimat tersebut di fishphonenya.

  Continue reading

Ketika Agnes Monica Bermain Tali di samping Bebek yang sedang Bertelur

Ada makhluk Tuhan yang bernama manusia. Ada yang disebut laki-laki, ada yang disebut perempuan. Masing-masing memiliki ciri yang membedakan keduanya. Dalam tataran sains, makhluk hidup manusia itu disebut sebagai spesies Homo sapiens. Istilah spesies biasanya diacu untuk menyebut kelompok makhluk hidup yang jika kawin akan menghasilkan keturunan yang akan sintas dan menghasilkan keturunan berikutnya.

Lalu kemudian ada kelompok manusia yang menyatakan dirinya “homo” saja tanpa sapiens. Ada pula manusia yang bangga disebut kaum lesbian. Kedua jenis “Sub spesies” manusia ini, lucunya, tidak akan menghasilkan keturunan. Apalagi keturunan yang dapat sintas dan menghasilkan keturunan berikutnya. Lalu, apakah mereka dapat disebut satu spesies dengan manusia?

Continue reading

Seni Menggunakan Sarung

Geli saya melihat orang memakai sarung yg kadang tidak rapih. Menjemblung di sana sini. Miring atau tinggi sebelah. Lha, emang bisa? Hehe. Saya punya cara menggunakan sarung yg sudah saya praktikkan sejak kelas 1 SMP. Berikut adalah salah satu cara menggunakan sarung ajaran kawan saya Asep Saeful Anam. Continue reading

© 2019 bios-logos

Theme by Anders NorenUp ↑