Category: I’m Hu-Man (page 1 of 3)

Internet Based Brain Test (Online Brain Test)

Internet Based Brain Test (Online Brain Test) Do you want to know about your brain ‘capacity’? I mean about cognitive style, dominance, memory, and other ‘features’ of your brain. Feel free to browse these webs.

All in One Brain Test

You Amazing Brain What are your brain capable to do? You can develop a range of talents because you have areas for music and maths, language and physical ability and even an area for imagining things in three dimensions (and of course, two dimension). Continue reading

Penampakan Kano: Komputer yang Bisa Dirakit Siapapun

Kano: Komputer yang Bisa Dirakit Siapapun

Penampakan Kano

Siapapun, sekali lagi siapapun! Biasanya sebuah komputer, PC (personal computer),  akan menantang penggunanya untuk bermain dalam manajemen kabel, fit and proper fit, colok-mencolok, dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang awam dalam merakit komputer menjadi ‘terpaksa’ membeli komputer branded yang sudah jadi. Padahal, jika dihitung dari segi harga, komputer rakitan sendiri jauh lebih murah dari komputer branded. Tambah pula, mau segahar apapun, asal komponen saling compabtible dan dompet-able, komputer bisa dibuat -dirakit- sendiri.

Tunggu sepertinya saya sudah membuat kalimat di atas pada postingan Sejarah Kano. Continue reading

Sejarah Kano: Komputer yang Bisa Dirakit Siapapun

Sejarah Kano: Komputer yang Bisa Dirakit Siapapun 

Siapapun, sekali lagi siapapun! Biasanya sebuah komputer, PC (personal computer),  akan menantang penggunanya untuk bermain dalam manajemen kabel, fit and proper fit, colok-mencolok, dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang awam dalam merakit komputer menjadi ‘terpaksa’ membeli komputer branded yang sudah jadi. Padahal, jika dihitung dari segi harga, komputer rakitan sendiri jauh lebih murah dari komputer branded. Tambah pula, mau segahar apapun, asal komponen saling compabtible dan dompet-able, komputer bisa dibuat -dirakit- sendiri. Continue reading

Pengelolaan Air di Indonesia: Upaya Kemen PU dalam Mendukung RAN-GRK

oleh: Mafrikhul Muttaqin (Facebook@mafright)

Perubahan Iklim dan Indonesia

Perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global dan selain itu juga berupa perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan. Perubahan komposisi atmosfer ini erat kaitannya dengan emisi gas rumah kaca (GRK) dari permukaan bumi. Tingginya emisi GRK ini menyebabkan terjadinya pemanasan global yang mempengaruhi iklim dunia.

RAN-GRK, Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, merupakan Peraturan Presiden yang mencerminkan sikap Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim dunia. RAN-GRK ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011. Fungsi RAN-GRK adalah sebagai dasar peraturan mengenai penurunan emisi GRK bagi lembaga pemerintahan terkait baik pusat maupun daerah.

Beberapa Istilah dalam Perpres no 61 Tahun 2011

Beberapa Istilah dalam Perpres no 61 Tahun 2011 (biofin.wordpress.com)

RAN-GRK ini terkait erat dengan kesepakatan Bali Action Plan padaThe Conferences of Parties (COPke-13 United Nations Frameworks Convention on Climate Change (UNFCCC), hasil COP-15 di Copenhagen, hasil COP-16 di Cancun, serta memenuhi komitmen Pemerintah Indonesia dalam pertemuan G-20 di Pittsburg. Komitmen tersebut adalah penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia sebesar 26% dengan usaha sendiri dan dapat mencapai 41% jika mendapat bantuan internasional pada tahun 2020 dari kondisi tanpa adanya rencana aksi (bussines as usual/BAU).

Continue reading

Spesial Malam 1 Syuro

[polldaddy poll=7541682]

Apa yang terlintas di benak Anda kala mendengar kata 1 Syuro?  Mungkin poll di atas bisa membantu Anda menemukan jawabannya. Tentunya, Anda pasti sudah punya jawaban sendiri.

Penulis akan menambahkan sendiri apa yang ada di benak penulis, cielah benak, apa itu 1 Syuro?

  • Syuro = Muharram
    • Tentu saja, syuro merupakan sebutan masyarakat jawa untuk menyebut bulan Muharram. Continue reading

Lembah Kengerian

asimo.honda.com

Masahiro Mori adalah seorang ahli robot dari Jepang yang dikenal dengan pekerjaannya mengenai respon emosi manusia pada sesuatu yang bukan manusia, sebagaimana pandangannya pada agama dan robot. Awalnya, Mori dikenal ketika mempublikasikan artikel Bukimi no Tani atau The Uncanny Valley (lembah kengerian) di jurnal Energy. Dia menyebutkan mengenai hipotesis jika robot yang semakin mirip manusia maka pada suatu saat ia akan tampak mengerikan. Selain itu, ia juga dikenal akan tulisannya mengenai implikasi metafisik dari robot dalam The Budha in the Robot: a Robot Engineer’s Thought on Science and Religion. Pada tahun 1988, ia mendirikan kompetisi robot tingkat nasional pertama di Jepang yang dikenal dengan Robocon. Mori kemudian dikenal sebagai Bapak Robocon dan juga kakek dari kebanyakan robot Jepang, termasuk Asimo.  Asimo merupakan humanoid robot dari Honda yang dibuat oleh Toru Takenaka, murid dari Mori.

Continue reading

Pada Cawang Pada Pancoran, Padamu Aku Berkisah

Di bawah apimu, yang telah laja tegak menantang zaman, aku berkisah
Tentang daya yang berpacu dalam rupa, wajah manusia
Tentang karsa manusia, tentang rasa yang teracuh
Penuh peluh penuh kisruh

Pada mereka yang berteriak menganjingi sesamanya, melototi sebangsanya. Tak cukup melempar amarah, mereka pongah melihat sesamanya biru lebam dihajar preman ibukota. Entah preman, entah jagoan, entah orang biasa yang berlagak pahlawan.

Di ujung sana, seorang tua penuh payah menawarkan julaannya beriringan dengan seorang tua menjajakan rupa kasihannya. Yang berusaha, yang bersandiwara. Edan! Kemudian, muka memelas menghancurkan dagangan seorang tua itu. Kuacuh, mereka acuh, semua acuh. Cuh!

Mereka yang berkoper, bertas dan bersepatu hitam. Seraya berparas rupawan. Berjalan penuh cepat. Tanpa lirikan, apalagi anggukan. Tampan dan cantik seolah kewajiban. Yang terpatri, tercetak di atas rupa mereka. Mereka kaya sekaligus miskin akan sapaan.

Semua berdiri, di bawah polusi yang berlarian, di antara polisi yang kecapean. Di antara tanah yang sudah tiada lapang. Saling menyapa walau hanya kadang. Seolah sepakat satu suara: aku tak kenal kau, kau angin, dan kau debu.

Di antara Cawang dan Pancoran, ada damai, ada lucu di sekitarnya. Mari tertawa, mari menyapa.

Syair untuk Seorang Petani dari Waimital, Pulau Seram, yang pada hari ini pulang ke Almamaternya


Syair untuk Seorang Petani dari Waimital, Pulau Seram, yang pada hari ini pulang ke Almamaternya

I
Dia mahasiswa tingkat terakhir
ketika di tahun 1964 pergi ke pulau Seram
untuk tugas membina masyarakat tani di sana.
Dia menghilang
15 tahun lamanya.
Orangtuanya di Langsa
memintanya pulang.
IPB memanggilnya
untuk merampungkan studinya,
tapi semua 
sia-sia.
 Continue reading

(Mungkin) Ia adalah Orang yang Paling Berbahagia Kemarin

almamater

Puisi di atas dibuat pada tahun 1963 oleh Taufiq Ismail, seorang mahasiswa awal-awal Institut Pertanian Bogor (IPB). Iapun tak menyangka bahwa ia akan membacakannya kembali pada 50 tahun setelah itu, 2013. Bertepatan dengan Reuni Emas 50 tahun IPB, ia membacakannya kembali di depan ribuan alumnus IPB yang memadati Jakarta Convention Centre sabtu malam (5/10). Iapun mengungkapkan rasa bangganya dapat membacakan puisi itu kembali. Iapun mengingatkan janganlah berbangga atas almamater, karena berbangga dekat dengan kesombongan. Berbanggalah dengan bersyukur memuji Alloh SWT, lanjutnya. Sambil berkelakar iapun mengatakan bahwa sepertinya tidak mungkin ia akan membacakannya kembali pada perayaan 100 tahun IPB.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membacakan puisi dan bercerita tentang rekan mahasiswanya yang menghilang 15 tahun. Ia menghilang saat melaksanakan praktik lapang dan tidak kembali ke kampus. Ia menghabiskan 15 tahun di pulau Seram ‘hanya’ untuk mengajarkan petani lokal cara bertani yang baik. Tanpa gaji dan publikasi ia bekerja tanpa henti. Sampai akhirnya ia dipanggil kembali oleh IPB untuk menyelesaikan gelar insinyurnya. Tanpa  setelan yang layak, ia ‘terpaksa’ datang ke Bogor untuk ujian. Kisah nyata yg susah dilakukan kembali oleh generasi sekarang ini dapat dilihat di sini.

Yoga Beli Beras di Rusia dan Kembaliannya Kurang

Tubuh manusia sebaiknya dilatih setiap hari untuk membentuk raga yang sehat disertai dengan konsumsi pangan yang baik. Dalam sebuah novel karya Dan Brown, diceritakan bahwa pembangunan ‘candi‘ diperlukan sebagai gerbang menemui Tuhan atau menuju kesempurnaan. Candi yang dimaksud di sini adalah tubuh manusia.

Anatomi tubuh manusia sebenarnya memungkinkan untuk melakukan semua pekerjaan yang saat ini digantikan oleh alat bantu. Bayangkan saja terdapat bangunan-bangunan besar dari batu peninggalan masa lalu yang sudah pasti dibangun oleh makhluk berintelejensi tinggi dan berkekuatan. Atau mungkin dibantu alien. Bisa jadi? Ya! Tidaak! Bisa jadi!

Konon, saat ini tubuh manusia semakin menyusut akibat berkurangnya aktivitas fisik. Terlepas dari kontroversi gambaran manusia purba di buku sejarah, diyakini bahwa tubuh manusia zaman dulu jauh lebih kekar dibandingkan manusia zaman sekarang. Bahkan, baru-baru ini ada ilmuan yang memprediksi di masa depan bagian kepala manusia akan lebih besar, sedangkan bagian tubuh lain akan menyusut. Selain itu, dalam gambaran dunia animasi, jika aktivitas manusia telah sangat dibantu mesin, tubuh manusia akan mengalami obesitas. Artinya, ada perkembangan jaringan adiposa yang signifikan. Yang pasti, diprediksi tubuh manusia akan berubah dalam beberapa milenial ke depan. Dengan catatan tidak terjadi kiamat, zombie apocalip, perang nuklir, atau pembentukan kembali Pangaea (hanya orang-orang yang smart yang mengetahui kalimat ini).

Pembetukan ‘candi‘ seperti yang disebut Dan Brown mengacu pad pembentukan tubuh manusia lewat aktivitas fisik yang mampu meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan fungsi tubuh manusia secara optimal. Hal ini bukan berarti membentuk tubuh bak binaragawan, yang mana -konon- jika tidak mengkonsumsi steroid badan akan kembali kempes. Dijelaskan pembentukan ʹcandiʹ ini akan membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan. Kenapa? Dengan kemampuan fisik yang terlatih, ia dapat menjadi lebih bersyukur karena mampu melakukan berbagai akivitas fisik.

Teringat, Nabipun diriwaytkan memiliki badan yang bagus. Teringat lagi, kalau mau melihat seorang muslim memiliki badan bagus atau tidak, lihatlah posisi punggungnya kala melakukan tahiyat akhir. Jika tegak berarti bagus. Jika miring, sudah pasti ada timbunan lemak di perutnya. Dijamin, tidak ada orang berlemak di perut yang memiliki punggung tegak kala tahiyat akhir. Coba saja, jika masih miring, rabalah bagian perut. Maka ada ‘ganjelan‘ di situ.

Bagaimana melatih ‘candi‘ kita? Olahraga saja, sholat juga! Yang konon juga gerakan sholat mirip dengan yoga. Entahlah. Katanya yoga bagus untuk kesehatan. Atau, yoga yang mirip sholat? Atau si Yoga, tetangga kita, sekarang sedang beli beras tuh. Lihatlah.

Older posts

© 2017 bios-logos

Theme by Anders NorenUp ↑