Category: Mikrobiol (page 1 of 2)

Hajar Keong Mas dengan Bakteri

Rina Pangastuti, mahasiswa Departemen Biologi, berhasil melakukan penelitian tentang mengontrol keong mas, hama padi, dengan menggunakan bakteri. Hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) keong mas (Pomacea canaliculata) sendiri dikenal sebagai hama utama yang merusak tanaman padi selain tikus, penggerek batang, atau tungro. Keong mas ini bersifat herbivor pemakan segala dan sangat rakus memakan terutama bagian tanaman padi yang masih muda dan lunak.

Keong Emas (dongeng)

Keong Mas (dongeng) – sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Keong_Mas

Telah banyak cara yang digunakan untuk melakukan pengendalian keong mas. Namun, Rina melakukan pendekatan yang sangat ekstrim. Bagaimana jika keong mas dihadapkan dengan bakteri, khususnya, bakteri metanotrof atau bakteri yang ‘memakan’ gas metan dari lahan sawah. Bisakah bakteri ini ‘memakan’ keong mas? Is it even possible?

Continue reading

Discovering the Living World

Kemarin, saya menemukan poster yang bagus, yang tersisipkan di salah satu buku lama terbitan luar negeri. Buku yang berjudul (Teacher Guide) Great Development in Biology (ISBN 0028266528) ini ditemukan secara tidak sengaja di lemari koleksi buku Departemen Biologi. Buku terbitan McGraw-Hill ini menyisipkan poster berjudul Discovering the Living World.

discovering the living world

Menariknya, dalam poster (yang sepertinya dibuat pada tahun 1995 – sesuai tahun terbit buku) tersebut, nama Indonesia disebut dalam menggambarkan penemuan yang ‘wah’ terkait bidang Biologi. Adalah Wallace, pembangun teori evolusi yang mirip dengan teori Darwing, diceritakan mengunjungi Borneo dan Celebes yang merupakan bagian dari kepulauan Indonesia pada 1850an. Setelah sebelumnya, digambarkan bahwa Darwin mengeksplorasi Galapagos pada 1831-1836 lengkap dengan gambar beberapa perbedaan Galapagis finch.

Babak ini menggambarkan bahwa manusia mulai berfikir secara ilmiah setelah sebelumnya dalam poster dijelaskan tentang dugaan bentuk rupa bumi dan monster laut yang digambarkan suka menyerang perahu manusia. Kalimat sebelum kalimat ini adalah contoh kalimat yang tidak baik. Kalimat tersebut berhasil menggambarkan sesuatu dengan cara yang berliku-liku. Ok? Selanjutnya, di dalam poster tersebut dijelaskan tentang penemuan eel pada kedalaman 6000 m di bawah laut, teori continental drift, ikan laut dalam, foto satelit bumi, dan eksplorasi laut dalam dengan perangkat the ALVIN pada 1977.

Continue reading

Tips Memperoleh Jurnal Ilmiah

Banyak mahasiswa yang kebingungan jika diminta membuat artikel berdasarkan suatu jurnal ilmiah. Cara yang paling mudah untuk memperoleh jurnal ilmiah adalah dengan mengunjungi perpustakaan. Mudah, murah, dan susah dalam memperoleh artikel sesuai yang diinginkan. Susah terjadi saat jurnal yang diinginkan tidak ada. Susah juga ditemukan saat mencari di Google di mana jurnal yang diinginkan ternyata jurnal berbayar. Saat ini, masih banyak yang mengandalkan fasilitas Google, sedikit pula yang melihat Google Scholar.  Putus asa? Cobalah mengetikkan keyword di Google dengan format berikut ini Continue reading

Good Google-related Site (Font, Investement, and .. Genomic)

Good Google-related Site Google, a company with a lot of work and product. I can’t imagine that Google started everything ‘only’ with one platform: search engine. Ah, I know you’re smart, so you can google it history (actually, psst, browse here).  Here, I want to tell you Google-related-sites that found by me incidentally.

Google Fonts 

Google Font Website

Google Font Website

Did you ever feel that there is something good in a web design? You feel it’s related to its lay out and contents (only). I suppose you miss font type used in web. Google Fonts provides you with web fonts. Google said: Our goal is to create a directory of web fonts for the world to use. Our API service makes it easy to add Google Fonts to a website in seconds. The service runs on Google’s servers which are fast, reliable and tested. Google provides this service free of charge. Free of charge? Yeah, it’s because all of the fonts are Open Source. So, you are free to share your favorites with friends and colleagues. Are you need to customize it? It’s possible! Google said you can even customize them for your own use, or collaborate with the original designer to improve them. And you can use them in every way you want, privately or commercially — in print, on your computer, or in your websites.

Tips: if you think several fonts is interesting, push ‘add to collection’. After you collect all you want to get, search download button (face down arrow).

Google Ventures

Ever thinking about build a start up for mobile application? Why you aren’t join with Uber, Pocket, tunein, and others with Google Ventures (GV). Not only these company, but also other companies that works in commerce, consumer, until life science have joined and guided by GV. Do you feel dizzy with my words. Ah, find GV – companies here. What GV do? They said they provide seed, venture, and growth-stage funding to the best companies – not strategic investments for Google. In short, GV invests in (selected) companies.

Google Ventures

Google Ventures

Tips: browse the left panel to find more interesting things. GV uses elegant readable font that you can find it in Google Fonts, LOL.

DNAnexus

Is it another android phone, somewhere beside KitKat? No, It should be a name of android OS after CupCake. LOL. Nope. This is a company that Ventures invested in. What this company do? DNA related works, with some style. They said the DNAnexus platform was designed to accelerate basic science and clinical breakthroughs by bringing diverse teams together around ever-growing genomic data sets. In fact, they have Sequencing FacilitiesDiagnostic Test Providers, and Research Centers. Are you curious about pricing? Check it.

DNAnexus front page

DNAnexus front page

Tips: If you’re the one that not works in biology (genetic) related science, you might not interested in this nexus (probably).

Belajar dari yang Tak Terlihat (Part 2)

Lanjutan dari Belajar dari yang Tak Terlihat (Part 1)

Mikroorganisme dikenal sebagai salah satu organisme yang ‘ditemukan’ manusia baru-baru ini, jika dikaitkan dengan sejarah panjang manusia yang tercatat. Jenis-jenis mikroorganisme adalah berbagai organisme sel tunggal seperti bakteri, protozoa, mikro alga, sampai berbagai jenis cendawan. Penggunaannya yang paling dikenal adalah peran mikroorganisme dalam pengolahan makanan dan minuman. Ada wine dan keju di luar negeri, serta tape di Indonesia. Berikut adalah pelajaran yang dapat diambil oleh manusia Indonesia jika mempelajari mikroorganisme.

Origin of Life

Konon, berdasar teori evolusi, jenis organisme pertama yang muncul di bumi adalah mikroorganisme. Mereka membuat bumi nyaman untuk ditinggali, dari mulai mengolah lautan sampai berperan dalam menciptakan okisgen-oksigen zaman purba. Continue reading

Belajar dari yang Tak Terlihat (Part 1)

Mikroorganisme dikenal sebagai salah satu organisme yang ‘ditemukan’ manusia baru-baru ini, jika dikaitkan dengan sejarah panjang manusia yang tercatat. Jenis-jenis mikroorganisme adalah berbagai organisme sel tunggal seperti bakteri, protozoa, mikro alga, sampai berbagai jenis cendawan. Penggunaannya yang paling dikenal adalah peran mikroorganisme dalam pengolahan makanan dan minuman. Ada wine dan keju di luar negeri, serta tape di Indonesia. Berikut adalah pelajaran yang dapat diambil oleh manusia Indonesia jika mempelajari mikroorganisme.

Continue reading

Resumes of First International Conference on Tropical Biology, Bogor 2013

First International Conference on Tropical Biology October 2013, IPBICC, Bogor, Indonesia

ENHANCING & PROMOTING THE REAL VALUES OF TROPICAL BIODIVERSITY OF SOUTHEAST ASIA

Here is my resumes of my attendace in First International Conference on Tropical Biology October 2013, IPBICC, Bogor, Indonesia. This is first part of my resumes. I also made a graphical illustration about the resumes below. Here we go:

Tropical Biology for Environmental Integrity

 

  1. Plantation, Forest, and Climate Change
    1. Oil Palm Plantation have high alpha diversity and very low beta diversity
    2. Rubber Plantation have low alpha and beta diversity
    3. Forest have high alpha and beta diversity
    4. Plantation show high amount of invasive alien species and generalist
    5. Forest are rather composed by specialist
    6. Aquaculture and oil palm plantation are source of  deforestation as well as the largest source of CO2-eq emissions in Karang Gading and Langkat Timur Laut Wildlife Reserve
    7. Tree with high carbon sequestration and long lived have low rate of CO2 uptake and otherwise Continue reading

GMO

Genetically Modified Organism (GMO):

Peraturan dan Keresahan Pangan di Indonesia

Mafrikhul Muttaqin (G34052008), Hirmas Fuady Putra (G34050863), Amaryllis Anindyaputri (G34050939), Alfa Mulia Wibowo (G34051438), Jaka Permana Sidik (G34051932), Diaz Samodro (G34052217).

Bioteknologi telah membantu manusia dalam menghadapi masalah ketersediaan pangan. Di Indonesia telah terjadi pergeseran makna organisme transgenic – Genetically Modified Organism (GMO). sehingga menimbulkan keresahan ketika masyarakat menemui pangan asal GMO. Regulasi dari pemerintah belum memberikan kenyamanan pada masyarakat terhadap produk pangan GMO. Keterpaduan usaha dari industri, universitas dan lembaga penelitian, dan pemerintah diharapkan dapat memberikan edukasi sehingga masyarakat mengetahui informasi tentang bioteknologi dan GMO.

Kata kunci: bioteknologi, regulasi, edukasi.

PENDAHULUAN

 

Bioteknologi berasal dari kata bio yang berarti makhluk hidup dan teknologi yang berarti sesuatu yang memudahkan manusia. Bioteknologi merupakan pemanfaatan bahan-bahan atau proses-proses biologi untuk memecah masalah atau menghasilkan produk yang berguna. Bioteknologi mencakup seluruh pemanfatan organisme untuk kepentingan manusia. Produk bioteknologi yang sudah dikenal dalam kehidupan sehari-hari Continue reading

Kerusakan Telur

Kerusakan Telur

Telur utuh sekalipun dapat mengalami kerusakan, baik kerusakan fisik maupun kerusakan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba. Mikroba dapat masuk ke dalam telur melalui pori-pori yang terdapat pada kulit telur, baik melalui air, udara, maupun kotoran ayam. Mikroba perusak yang dapat mendekomposisi bahan pangan ini antara lain Pseudomonas (Rachmawan 2001), Aloaligenes (Moats 1980), Escherichia (Moats 1980, Coufal et al. 2003), dan Salmonella (Coufal et al. 2003, Lu et al. 2003). Pseudomonas dapat menyebabkan green rot, yaitu kerusakan telur yang ditandai dengan isi telur menjadi encer, kadang-kadang dijumpai warna kehijauan, kuning telur tertutup oleh lapisan berwarna merah jambu keputih-putihan, putih telur kadang-kadang  menjadi hitam, serta telur berbau busuk dan rasanya agak asam (Rachmawan 2001). Bakteri ini juga menyebabkan kerusakan telur yang disebut red rot yang ditandai dengan timbulnya warna merah pada kuning telur, putih telur menjadi encer dan berwarna keabu-abuan mendekati merah. Aloaligenes dan Escherichia menyebabkan black rot, yaitu telur menjadi sangat busuk, isinya berwarna coklat kehijauan, encer dan berair, serta kuning telur berwarna hitam.

http://www.youtube.com/watch?v=9aytZn9cFgE

Salah satu mikroba yang sering mengkontaminasi telur adalah Salmonella (Coufal et al. 2003, Lu et al. 2003) Kontaminasi Salmonella di dalam telur, terutama oleh Salmonella pullorum, dapat dimulai dari ovari, dimana bakteri ini masuk ke dalam ovum atau kuning telur pada waktu ovulasi (Hartoko 2009). Kontaminasi Salmonella yang lebih sering terjadi pada telur adalah penetrasi dari kotoran unggas melalui kulit telur ketika proses bertelur. Jika telur kemudian tidak disimpan pada suhu rendah, bakteri ini dapat tumbuh dan Continue reading

Fermentasi Telur?

 

Telur dapat diolah dengan proses fermentasi yang produknya dapat digunakan langsung sebagai bahan pangan atau bahan baku untuk industri pangan. Contoh produk  fermentasi telur adalah telur seribu tahun (Century Egg), kultur susu-telur terfermentasi, dan albumin kering berkualitas tinggi.

Telur seribu tahun (Century Egg) merupakan produk fermentasi anorganik atau tidak menggunakan bantuan organisme (Anonim 2009). Fermentasi menggunakan bahan-bahan basa yang mengubah pH telur menjadi 12 dan menyatukan ovalbumin menjadi jaringan ovabumin yang saling terkait (Eiser et al. 2009). Bahan-bahan basa yang digunakan adalah campuran tanah liat, abu kayu, kapur, dan jerami padi. Ferementasi dilakukan Continue reading

Older posts

© 2017 bios-logos

Theme by Anders NorenUp ↑